Simpel Tapi Banyak Benarnya! 3 Hal yang Harus Kamu Pertimbangkan Sebelum Resign Kerja

Aku mau resign aja ah!”

“Kenapa?”

“Lagi jenuh banget, hilang arah gitu. Kerja di sini nggak pernah diapresiasi.”

Apa telingamu sudah cukup sering mendengar curhatan seperti ini? Atau jangan-jangan malah kamu sendiri yang kerap melakukannya? Tiba-tiba punya hasrat ingin resign, padahal setelahnya masih nggak tau kaki hendak melangkah ke mana.

Bila jadi resign, mungkin saja sebagian minggu atau bahkan juga hari sesudahnya jadi menyesal. Kok dahulu gue dapat gegabah banget ya, selalu bila begini gue makan make apa. Masa iya minta orangtua???

Baiknya anda mengerti kalau ketentuan resign yaitu satu ketentuan yang besar. Umumnya argumennya yaitu karena apa yang anda peroleh tidak sepadan dengan apa yang anda berharap. Tapi bila anda ingin ambil sedikit saat untuk berfikir ulang, beberapa hal yang butuh anda pikirkan.

1. Janganlah cepat-cepat menuruti egomu. Cobalah bersabar serta bertahan, memangnya telah bisa tempat kerja baru?

“Habis resign anda ingin ke mana? ”

“Ya berlibur dahulu, kayanya saya kurang piknik. ”

“Ambil cuti saja. ”

“Nggak. Saya ingin resign saja. Titik. ”

Uang memanglah bukan semuanya. Tapi anda mesti mengaku, untuk mendukung kehidupanmu didunia , pasti anda butuh uang. Walaupun anda tidak mesti bermewah-mewah, tapi semuanya keperluan primermu tetaplah perlu dibayar dengan uang. Makan, kosan, transportasi, belum juga semua angsuran yang selalu jalan. Janganlah cepat-cepat memutuskan, terlebih berdasarkan pada sikap impulsif. Masa iya ingin serta tega ngerepotin orangtua sekali lagi? Bukannya mendewakan uang, tapi di umur segini anda telah tidak dapat idealis tanpa ada tahu hal yang praktis.

2. Hasrat berhenti kerja dapat lahir dari rasa animo yang tidak sesuai sama. Cobalah tanyakanlah pada dirimu sendiri, apa iya anda telah maksimum?

Apa iya anda telah berikan yang paling baik, sampai anda berani menuntut yang paling baik juga?

Anda terasa tidak sempat dipuji, bertahun-tahun anda juga tidak kunjung naik upah. Anda terasa jadi sapi perah atau robot di perusahaan tempatmu bekerja itu. Coba mengerti lebih dalam mengenai rencana take and give. Berikan dahulu, baru anda layak terima.

Belum juga pasti kantor atau pekerjaanmu yang salah. Mungkin saja karena anda mulai sejak awal terasa tidak pas, pada akhirnya anda menahan diri untuk selalu berkembang. Anda bahkan juga kerjakan pekerjaan ala kandungannya, asal usai saja. Akhirnya perolehan serta animo juga susah anda peroleh.

3. Jangan-jangan bukanlah resign yang anda perlukan, tapi usaha yang malah tambah baik lagi

Memanglah, jemu serta jemu termasuk juga argumen yang cukup seringkali keluar waktu orang menginginkan resign dari pekerjaan. Hal semacam ini umumnya berlangsung apabila anda bekerja di bagian yang sesungguhnya bukanlah minatmu. Juga kadang-kadang walau anda telah ada di bagian yang anda gemari, rasa jemu itu tetaplah juga akan hampiri kadang-kadang. Itu lumrah berlangsung waktu anda terasa stres serta jemu dengan kebiasaan keseharian.

Baca Juga: Contoh surat resign

Bukanlah bermakna anda butuh resign. Mungkin saja, anda cuma butuh cuti sesaat serta berlibur. Bila tiap-tiap jemu anda mengambil keputusan untuk keluar, jadi anda akan tidak sempat memperoleh tempat yang betul-betul juga akan membuat kamu kerasan. Bila problemnya terdapat pada animo, coba kadang-kadang anda berprestasi. Berupaya lebih giat dahulu, baru saksikan akhirnya sekali lagi.