Melepaskan yang Hampir Digenggam, Rasanya Jauh Lebih Sulit dari yang Dibayangkan

Ketika saya lagi berdebar berharap menunggu kehadiran Ahjussi Gong Yoo di sebuah acara liputan siang , telepon genggam saya tiba-tiba berbunyi. Debaran jantung saya pun semakin nggak menentu, bukan lagi karena Gong Yoo yang nggak bisa datang, tapi malah karena saya bingung harus bahas apa.

Bahkan juga di waktu saya menulis paragraf pertama diatas juga saya masih tetap terjerat dalam nostalgia dilema. Ingin ulas hubungan tapi saya sekali lagi tidak terkait dengan siapapun juga. Ingin menulis motivasi, saya sendiri sekali lagi begitu perlu dimotivasi. Hemmm, tapi saya juga akan coba menulis mengenai bagaimana langkahnya melepas seorang yang nyaris dalam genggaman. Berpisah dengan orang yang kita sayang walaupun tidak sempat ada kata ‘kita pacaran ya’, nyatanya lebit susah dari yang dipikirkan.

“People come and go, ” ya kalimat sakti itu memanglah benar ada. Tiap-tiap pertemuan tentu ada perpisahan. Tiap-tiap kata hi juga akan disudahi dengan goodbye. Banyak step serta sistem yang perlu dilewati. Bukanlah sekali lagi sebatas ‘ah biarin saja dia pergi, kan banyak ikan di laut. ”

Saat usia telah menapaki seperempat era, perpisahan adalah suatu hal yang begitu dijauhi serta susah untuk ditempuh. Pergolakan hati serta batin pastinya akan begitu kuras daya. Lantas bagaimana seorang dapat lepas dari masa susah itu?

Bila menginginkan menangis, menangislah. Mengeluarkan semua emosi yang tertahan dalam hati. Begitu, anda semakin lebih terasa lega walaupun masih tetap ada yang tersisa

Melakukan satu hubungan tentu mempunyai banyak masa lalu. Sukai, duka, tawa, bahagia, semuanya dirasa dengan tanpa ada terpikirkan juga akan ada kata ‘selamat tinggal’. Makin dewasa, hubungan cinta juga akan makin rumit dengan semua problematika yang ada. Melepas keduanya dengan dalih juga akan jadi ketentuan yang paling baik kenyataannya begitu susah untuk dikerjakan. Tapi saat hal tersebut berlangsung, diri ini juga cuma dapat terima dengan air mata yang keluar demikian saja.

Menangis memanglah bukan jalan keluar untuk melakukan perbaikan kondisi. Tapi dengan menangis, anda semakin lebih terasa lega dari pada menaruh semua bentuk emosi seseorang diri dalam hati. Tidak butuh terasa malu atau lemah, tersebut kenapa air mata di ciptakan.

Sebisa-bisanya janganlah dahulu dengarkan lagu-lagu mellow yang penuh dengan masa lalu. Sumpah, itu hanya juga akan buat hati anda makin merasa remuk

Kadang-kadang satu lagu dapat mewakili apa yang berada di hati. Kata di tiap-tiap liriknya seolah tahu apa yang tengah di rasa. Lantunan suara yang mendayu juga tidak kalah dapat menyesakkan dada. Banyak memori yang juga akan terlintas demikian saja saat anda dengarkan lagu penuh kenang dengannya. Fikiran anda juga tidak dapat menampik hal tersebut karna memanglah pada intinya anda tengah perlu untuk dipahami.

Oleh sebab tersebut cobalah tidak untuk dengarkan lagu-lagu sedih saat dirimu sendiri tengah dalam rasa sedih. Bukannya menolong, malah anda juga akan makin tersungkur kedalam kondisi yang cuma juga akan membawa ingatanmu kembali kepadanya.

Bila anda tidak dapat meluapkan semuanya emosi pada seorang, cobalah ambillah secarik kertas lantas tuang apa yang anda rasa kedalam satu tulisan

Ada saatnya kita perlu sendiri serta tidak bercerita apa pun pada orang yang lain. Bukannya karna tidak ada rasa yakin, cuma saja diri ini perlu saat untuk coba punya kebiasaan. Tapi jangan pernah anda menaruh emosi itu terpendam demikian saja dalam diri. Anda harus juga menuangkan semua yang anda rasa pada suatu hal, satu diantaranya dengan menulis.

Tulislah apa yang tengah anda rasa. Ungkapkan semua umpatan yang berada di benak anda. Ekspresikan isi hati anda kedalam satu tulisan. Kadang-kadang goresan tangan semakin lebih melegakan karna anda jadi miliki wadah untuk mengemukakan isi perasaan.

Baca Juga: Pantun Cinta

Cinta memanglah kerapkali menaklukkan logika karna perasaan lah yang semakin lebih bicara. Bukanlah tidak mungkin saja kita jadi buta karena itu. Bahagia dapat di rasa tapi ujungnya seringkali juga menyebabkan luka. Lagi, melepas seorang yang telah nyaris dalam genggaman tambah lebih susah dari yang dipikirkan. Merelakan tidak semudah apa disampaikan, serta mengikhlaskan juga tidak segampang apa yang dibicarakan orang.