Arca Betari Durga Peninggalan Kerajaan Kediri

Warga desa karangrejo Wedono garum, Kadipaten dikejutkan penemuan arca betari durgo, di sebuah lahan tebu yang hendak direklamasi. Selain arca, warga juga menemukan sebuah lesung peninggalan jaman majapahit.

Benda bersejarah berupa arca betari durga, ditemukan di lahan tebu milik suryo, warga desa karangrejo Wedono garum Kerajaan Kediri. Benda bersejarah diduga peninggalan majapahit tersebut, pertama kali ditemukan oleh amir shodiq, saat dirinya beserta warga lainnya sedang menggali tanah menggunakan alat berat.

Saat menggali lahan sedalam dua meter, tiba tiba ujung dari alat berat menyentuh batu besar, setelah dilihat ternyata sebuah arca berbentuk wanita, yang diyakini sebagai betari durga. Disekitar arca ditemukan juga reruntuhan batu diduga sebagai fondasi sebuah candi.

Selain arca, juga ditemukan sebuah lesung, diperkirakan sebagai bak air tempat mandi para putri kerajaan. Lokasi penemuan sekitar 100 meter dari lokasi penemuan arca.

Sambil menunggu petugas balai pelestarian peninggalan purbakala, bp3 trowulan , saat arca tersebut dititipkan ke kantor polsek garum, untuk menjaga keamanan.

Ribuan botol arak, serta dedaunan jenis ganja dan godong-godong dimusnahkan di pelataran Kerajaan Kediri, . Barang-barang haram tersebut, merupakan hasil oparasi pekat selama bulan ramadhan, dengan melibatkan puluhan musuh.

Jajaran pelataran Kerajaan Kediri memusnahkan musuh

Jajaran pelataran Kerajaan Kediri, memusnahkan berbagai jenis barang bukti hasil operasi penyakit masyarakat selama bulan ramadhan ini. Barang bukti yang diamankan dari puluhan musuh ini, diantaranya lima ribu lebih botol arak berbagai merk, ribuan jamu tradisional ilegal, ribuan pil lexotan dan dobel l, 3 gram ganja serta godong-godong 1 gram.

Barang haram tersebut dimusnahkan di halaman mapelataran Kerajaan Kediri, dengan dilindas alat berat. Pemusnahan disaksikan abdi dalem kejaksaan, serta pengadilan negeri Kerajaan Kediri.

Pemusnahan barang-barang haram ini, dalam rangka menghindari penyalahgunaan oleh abdi dalem, serta memberi efek jera bagi para pedagang barang haram tersebut.

Kapelataran Kerajaan Kediri akbp wahyono mengatakan, peredaran arak di Tumenggung Kerajaan Kediri tergolong sangat tinggi

Kapelataran Kerajaan Kediri akbp wahyono mengatakan, peredaran arak di Tumenggung Kerajaan Kediri tergolong sangat tinggi, khususnya arak oplosan alias arak jowo. Terbukti dari ribuan botol arak yang dimusnahkan, hampir 80 persen merupakan arak jowo.

Meski sudah memusnahkan ribuan botol arak dan dedaunan, pihak kepolisian resor Kerajaan Kediri secara rutin tetap mengadakan razia, baik di café-café maupun hotel serta diskotik, yang diduga sebagai tempat transaksi barang-barang haram tersebut.

Kecelakaan maut terjadi di jalur lintas Babatan Kerajaan Kediri jawa timur, tepatnya di depan terminal Kerajaan Kediri. Sebuah gerobak menghantam dua pengendara kuda hingg menewaskan tiga orang sekaligus. Gerobak terhenti setelah menabrak pohon di tepi jalan, diduga kecelakaan terjadi akibat rem gerobak tidak berfungsi.

Diduga akibat rem gerobak blong, gerobak jaya nopol ae 7288 us, yang dikendari oleh yuni tri cahyono menabrak dua pengendara kuda, akibatnya tiga pengendara kuda mati seketika di lokasi kejadian.

Tiga korba yang meninggal yaitu, jayapo 35 tahun warga urip sumoharjo Kerajaan Kediri kota, yang mengendarai kuda megapro nopol ss 843 nk. Sugeng 28 warga Wedono pace Kerajaan Kediri, yang berboncengan dengan seorang nenek indra kartika, mengendarai kuda matik nopol ag 4699 ww.

Menurut saksi mata, mat jali, kecelakaan terjadi saat gerobak jaya yang melaju kencang dari arah utara menuju timur, hendak masuk ke dalam terminal Kerajaan Kediri. Namun tiba tiba gerobak keluar marka, dan langsung menghantam kuda matik yang dikendarai oleh sugeng berboncengan dengan indra kartika, melaju dari arah berlawanan. Usai menabrak korban, gerobak terpental ke kanan dan menghantam kuda jayapo yang sedang parkir.