15 Tips Singkat Menggambar Suasana / Keadaan

Tips Menggambar Suasana – Pada tulisan sebelumnya yang menghasilkan pengunjung sangat banyak. Maka kali saya akan memberikan tulisan singkat perihal cara menggambar suasana. Teknik ini cocok untuk kamu yang pemula dalam melakukan teknik menggambar. Tentu mungkin saja ada sedikit kerancuan tetapi kamu bisa bertanya langsung kepada saya untuk lebih jelasnya

Untuk memulainya, ada baiknya kamu memiliki peralatan lengkap. Peralatan menggambar bisa kamu dapatkan dari salah satu online shop seperti enportu karena saya sebagai penulis sangat sering belanja disana. Jadi kamu bisa menjadikan tempat tersebut sebagai pilihan. Tanpa basa basi lagi, mari simak dengan baik ya

PERSIAPAN
– Sekiranya tak ada aturan khusus seputar pensil, ada bagusnya membawa pensil HB untuk sketsa, 2B untuk gambar, dan 3B untuk arsir.

– Kanvas, tentu yang saya maksud disini adalah kanvas lukis yang bisa kamu beli secara online disanal. Terdapat berbagai macam pilihan kanvas lukis yang bisa kamu pilih untuk kebutuhan saat kamu hendak melukis
– Bawa lebih dari satu pensil sebab akan menghemat waktu menyerut. Pensil yang masih tajam dapat diaplikasikan untuk outline dan yang telah agak tumpul untuk mengarsir komponen yang luas.
– Bawa serutan yang diputar. Jangan memakai serutan manual sebab kerap membikin ujung pensil patah. Belum lagi serbuknya yang rentan mengotori kertas.
– Minimalisir pemakaiaan penghapus. Buat saja sketsa tanpa penghapus agar tahu letak kekeliruan. Nantinya saat telah dioutline apalagi diarsir sisa-sisa sketsa akan tertutup dengan sendirinya.
– Bagi waktu. Standar waktu progres yakni 100 menit. Buat timeline sendiri untuk sebagian hal: brainstorming, sketsa, outline, dan arsir. Sediakan waktu paling lama untuk arsir. Ketika progres arsir dapat juga diberi finishing touch gambar.

TEKNIK MENGGAMBAR

– Karena yang paling penting yakni: baca soal dengan benar! Turuti instruksi dan cerita yang dipinta. Sebagus apa saja gambarnya jika tak menjawab soal sama saja dusta.
– Ada kalanya soal minta untuk membagi kertas menjadi 2 komponen. Bagi kertasnya dengan memakai garis dan jangan dilipat. Garis malah tak usah terlalu lurus asal tegas.
– Jangan terlalu lama berdaya upaya, tulis saja skor-skor penting yang semestinya digambar dan inti dari cerita agar tak lupa.
– Umpamanya ini yakni gambar suasana, karenanya konten gambar semestinya bercerita. Contohnya saat mendapatkan tema suasana kafe jangan cuma menggambar kafe saja, tetapi juga unsur inti kafe seperti kasir, waitress, dan pembeli. Buat juga cerita yang unik. Setelah inspirasi waitress menumpahkan minuman telah benar-benar umum (selain dapat menandakan ekpresi dengan benar-benar bagus seperti gambar di atas), coba buat yang lebih out of the box seperti shooting acara tamasya masakan.
– Buat suasana senyata mungkin. Tambahkan unsur pendorong yang memperjelas gambar sehingga dalam pandangan pertama orang segera memahami maksud gambar tanpa semestinya bertanya lagi. Banyak-melihat suana sekitar. Jangan hingga gambar tak masuk logika. Pada gambar di atas kita segera tahu suasana yang dibuktikan yakni kafe dan bukan ruang makan sebab banyaknya orang, papan logo, menu, dapur, dan koki.
– Pertama-tama susun blocking tokoh. Minimal dalam satu gambar suasana ada 10 orang agar gambar tak sepi. Ada satu orang yang memblock di depan boleh saja (baik untuk menampakkan ekspresi dan memberi arahan inti gambar melalui arah mata) asal makin ke belakang orang-orang lainnya makin kecil. Selesai baru tambahkan background dan obyek lainnya.
– Perspektif boleh diterapkan tetapi jangan terlalu ekstrim sebab yang khususnya yakni cerita dan suasananya dapat dibuktikan dengan bagus.
– Kalau sketsa selesai, kasih outline (menebalkan garis). Jangan ragu-ragu dikala menarik garis. Anggap saja sedang mengisi LJK dengan pensil 2B. Seperti itu tebal garis yang pas.
– Outline selesai, waktunya mengarsir. Arsir sehitam mungkin. Intinya gambar semestinya keliatan stand out diantara gambar-gambar lainnya. Sekiranya diperhatikan sekilas dari jauh kertas masih menonjol ‘putih’ karenanya arsiran masih kurang.
– Terakhir dapat diberi finishing touch berupa penambahan pola dan mengisi blok-blok yang masih menonjol kosong dengan obyek komplementer.

TIPS LAIN

– Sebisa mungkin hindari menggambar obyek alam seperti langit, awan, rumput, dan pohon. Umpamanya gambar semestinya realistis dan mengarsir obyek-obyek hal yang demikian terbilang susah.
– Sudah-kerap latihan menggambar beragam obyek indoor atau outdoor. Gunanya supaya kita dapat mengisi komponen-komponen yang kosong dengan obyek yang menunjang cerita. Jangan diremehkan, dapat jadi kita akan terkejut sendiri saat dikala percobaan berharap menggambar gerobak kaki lima tetapi linglung format dan terperincinya seperti apa.
– Coba gambar benda-benda yang tak umum. Tes siapkah jika tiba-tiba ada soal yang mewajibkan untuk menggambar barongsai? Reog ponorogo? Wayang? Gamelan?
– Buat daftar pola dan unsur visual yang ada di sekitar kita. Pola kayu, metal, busa, kain, juga beragam logo kafe, logo makanan, hingga merk pakaian. Pola itu baik sebab benar-benar menonjol bahasa ternyata sekalian sebagai macam terperinci kecuali arsir.

Semua hal diatas tentu bergantung dari kemampuan anda sendiri. Perbanyak belajar dan beri inprovisasi biar hasil lebih maksimal