Ritual Anak di Tulungagung Sebabkan Bapak-Anak Tewas

Ritual di Tulungagung Sebabkan Bapak-Anak Tewas. Sebuah ritual yang dilakukan seorang pemuda di tulungagung  jawa timur  untuk menyembuhkan penyakit bapak dan kedua adiknya  berakhir tragis  bukan kesembuhan yang didapat  malah nyawa bapak dan satu orang adiknya melayang  seorang adiknya lagi kini kritis.

Kalau saja warga desa karanganom kecamatan kauman tidak memaksa masuk ke sampir  mungkin kasus tidak segera terbongkar  sebab semua orang yang mau masuk dilarang oleh wiarto  anak sampir yang di duga kuat menjadi penyebab kematian bapak dan adiknya winarti.

Kecurigaan warga berawal ketika sore wiarto memaksa winarti untuk dimandikan di sungai samping rumahnya  paksaan wiarto ini didasari kondisi winarti yang sering mengalami kejang-kejang sehingga dianggap kemasukan roh halus.

Karena kondisi sungai yang curam  wiarto meminta bantuan pada kakaknya marni dan salah seorang tetangganya untuk mengangkat tubuh winarti  namun ketika sudah sampai rumah dengan kasar wiarto memerintahkan marni dan tetangganya untuk tidak masuk rumah dan segera pergi.

Karena merasakan ada yang ganjil di dalam rumah keluarga sampir  akhirnya tetangganya melaporkan hal ini kepada perangkat desa setempat  dibantu beberapa warga yang lain  warga mendobra rumah sampir alangkah terkejutnya warga  di dalam rumah tersebut ditemukan winarti dan sampir sudah tidak bernyawa  bahkan mayat sampir sudah mulai mengeluarkan bau busuk  warga juga mendapati sugianto anak bungsu sampir yang diikat diatas tempat tidur dalam kondisi lemas

warga langsung melaporkan kejadian ini ke polsek dan polres setempat  malam itu juga polisi dibantu warga langsung mengevakuasi sampir dan winarti serta sugiarto dan di bawa ke rumah sakit dr ishak tulungagung  untuk dilakukan visum.

Sementara sugianto hingga tadi malam masih menjalani perawatan intensif  sugiarto mengaku selama sembilan hari diikat oleh kakaknya wiarto yang menganggap dirinya kemasukan setan padahal dirinya saat ini sedang sakit ginjal selama disekap itu  sugianto hanya disuguhi sepiring kecil bubur dan segelas air putih yang telah dicampur bunga dan kemenyan.

Sementara itu  di hadapan polisi tersangka wiarto mengakui membunuh bapak dan adiknya  karena jengkel atas kondisi keluarganya yang sakit–sakitan  meski sudah disembuhkan dengan berbagai ritual tolak balak.